Bawaslu Kampar Hadiri Penutupan dan Final Mini Soccer Santri Championship FKPP Kampar 2026

Hallokampar ,— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kampar melalui Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas, Fadriansyah, S.Pd., menghadiri penutupan sekaligus pertandingan final Turnamen Mini Soccer Santri Championship yang digelar oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Kampar tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat serta tokoh, di antaranya perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kampar, Kasi Pendidikan Agama Islam (Pendais), Ketua FKPP Kabupaten Kampar Dr. Muhammad Amin, M.Pd., Ketua Yayasan Dokter Jasnimar, Anggota DPRD Provinsi Riau Efrinaldi, S.H., Anggota Bawaslu Kabupaten Kampar Fadriansyah, S.Pd., serta jajaran Koramil Kampar.

Pertandingan final mempertemukan Pondok Pesantren Darussakinah dengan Pondok Pesantren Sech Burhanuddin. Setelah melalui laga yang berlangsung ketat, Ponpes Darussakinah keluar sebagai juara dengan skor akhir 1:0 atas Ponpes Sech Burhanuddin.

Rangkaian kegiatan Turnamen Mini Soccer Santri Championship FKPP Kampar tahun 2026 resmi ditutup oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kampar, Dr. H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd.

Kehadiran Bawaslu Kampar dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi dan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lingkungan pondok pesantren, dalam mendukung terciptanya iklim demokrasi yang sehat dan partisipatif di Kabupaten Kampar khusunya dalam mendukung sosialisasi dan pendidikan pemilih pemula yang berintegritas di lingkungan santri Pondok Pesantren, melalui forum-forum serta ajang Olahraga seperti ini, Bawaslu Kampar berharap nilai-nilai demokrasi dan partisipasi masyarakat dapat tumbuh kuat sejak dini di kalangan generasi muda dan bersempena dengan puncak hari santri Nasional.

Menurut Kordiv. Pencegahan, parmas dan humas Bawaslu Kampar Fadriansyah Turnamen Mini Soccer Santri Championship FKPP Kampar 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga saja tetapi juga sarana pembinaan karakter, sportivitas dan kebersamaan santri dalam menyongsong Indonesia Emas.***