Rugikan Negara Rp 72 Milyar, Kejari Kampar Sita Laptop dan Printer, Terkait Dugaan Penyelewengan KUR Bank BUMN

Hallokampar.com,- Tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar melakukan penggeledahan di lima lokasi berbeda, Rabu (15/10). Upaya hukum itu dilakukan berkaitan dengan perkara dugaan penyelewengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank BUMN Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bangkinang periode 2019 hingga 2023.

Penggeledahan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kampar Eliksander Siagian bersama tim penyidik. Adapun lokasi yang digeledah meliputi Kantor Desa Gunung Bungsu, rumah DP, rumah NS, rumah ARD, dan rumah AZ yang berada di wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar dan Kecamatan Koto Kampar Hulu.

Kepala Kejari (Kajari) Kampar, Dwianto Prihartono melalui Kasi Intelijen, Jackson Apriyanto Pandiangan, menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan sebagai tindak lanjut atas terbitnya Surat Perintah Penyidikan berdasarkan hasil pengembangan perkara dugaan penyelewengan penyaluran KUR di bank pelat merah itu.

“Dari hasil penggeledahan, tim menemukan satu unit laptop dan satu unit printer yang digunakan untuk membuat Surat Keterangan Tanah (SKT) fiktif yang dijadikan sebagai agunan KUR pada Bank BNI KCP Bangkinang,” ungkap Jackson.

Selain itu, lanjutnya, penyidik juga menemukan sejumlah dokumen terkait pembayaran angsuran para debitur yang dikelola langsung oleh Tim Pengumpul KTP di masing-masing kecamatan.

“Terhadap seluruh barang bukti dan dokumen yang ditemukan saat penggeledahan, akan segera dilakukan penyitaan guna kepentingan penyidikan dan penuntutan, serta sebagai bahan pembuktian di hadapan Majelis Hakim,” tambahnya.

Kejari Kampar menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan lima orang tersangka dalam perkara ini. Kelima tersangka ini terdiri dari, pimpinan bank periode 2021-2024 berinisial AH, Penyelia Pemasaran periode 2017-2023 berinisial UB, Analis Kredit Standar periode 2021-2023 berinisial AP, Analis Kredit Standar sejak Maret 2020-2024 berinisial SA, serta Asisten Analis Kredit Standar sejak Maret 2021-Agustus 2024 berinisial FP.

Berkas kelima tersangka dinyatakan lengkap atau P-21 sejak beberapa waktu lalu, dan perkara telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Modus operandi para tersangka sangat rapi. Mereka diduga menggunakan sekitar 700 hingga 800 debitur fiktif yang tidak pernah menerima dana kredit. Agunan yang digunakan juga berupa Surat Keterangan Tanah (SKT) yang setelah diklarifikasi ternyata tidak terdaftar di instansi terkait. Selain itu, para debitur yang dicatut namanya diketahui tidak memiliki objek usaha alias fiktif.

Atas perbuatan para tersangka diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp72 miliar.***

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization