Hallokampar.com – Sebuah video perkelahian remaja putri yang diduga terjadi di bawah Jembatan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, beredar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi dari warganet. Video tersebut menampilkan dua remaja putri baku hantam disaksikan sejumlah remaja lainnya.
Dalam rekaman video yang viral, terlihat seorang remaja putri berbaju putih beradu jotos dengan remaja putri berbaju merah. Selain itu remaja putri berbaju putih juga tampak berkelahi dengan remaja putri lainnya berbaju hijau. Remaja putri berbaju merah tampak mendominasi perkelahian tersebut.
Video ini pertama kali dibagikan oleh akun Facebook @Reni Fahmi pada Sabtu (24/5) sekitar 15 jam sebelum berita ini ditulis, dengan narasi “masyaallah kok bisa begini cara kalian berkelahi.” Unggahan tersebut langsung dibanjiri 131 komentar dan telah dibagikan sebanyak 15 kali.
Tak hanya di Facebook, video serupa juga diunggah oleh akun Instagram @seputarkampar.official. Akun tersebut menyoroti fenomena kenakalan remaja di Kampar, menuliskan, “Tak habis habis rasanya melihat kelakuan remaja saat ini, Khususnya di Kabupaten Kampar.”
@seputarkampar.official juga menambahkan, insiden perkelahian ini terjadi setelah sebelumnya Satpol PP Kampar menggerebek muda-mudi yang berduaan dalam mobil di kawasan Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang, serta mengamankan beberapa remaja yang masih berpakaian sekolah kedapatan ngelem di lokasi yang sama.
“Dan ini terakhir beberapa remaja putri terlihat melakukan tindakan kekerasan dan video nya beredar luas pada media sosial dan grup WhatsApp kalau dari logat dan lokasi nya masih di Kampar seperti dibawah Jembatan Air Tiris,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga mempertanyakan kondisi generasi muda Kampar saat ini, “Waduh sebegini miris kah generasi penerus Kabupaten Kampar tercinta ini Pak Buk @ahmadyuzarofficial @misharti70.”
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kapan video perkelahian tersebut diambil. Pihak berwenang di Kabupaten Kampar diharapkan segera menindaklanjuti kasus ini untuk mencegah kenakalan remaja semakin merajalela.***










